Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Nikmatnya Jadi Gay Ngentot Istri dan di Entot Bimo
Piool.com - Kisah ini merupakan kisah yang aku alami setelah mengalami peristiwa yang tak pernah kulupakan seumur hidupku. Bagi Anda yang belum membaca cerita pertama dari Geo dengan judul “Mengapa Aku Gay” silakan baca karangan kisah tersebut karena kisah berikut ini adalah akibat dari kisah sebelumnya.
*****
Beberapa hari setelah peristiwa sejati yang aku alami itu, jiwaku sangat terguncang dan goyah. Aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat lagi. Aku sangat merasa berdosa dan menyesal telah melakukannya dan mengapa aku tidak tahan dengan godaan itu. Aku begitu larut di dalam situasinya sehingga aku tidak ingat lagi dengan apa kata hatiku. Terus terang, aku sebelumnya adalah seorang yang taat dengan norma agama dan aku tahu bahwa seks di luar nikah adalah pantang apalagi jika itu adalah seks sesama jenis.
Gejolak dalam hati saya kian hari kian membawa saya ke dalam pergulatan dan perdebatan antara hati nurani dengan apa yang telah menjadi kenyataan atas diriku. Hati nuraniku berkata “aku tidak ingin jadi gay” tapi aku sendiri tidak bisa memungkiri apa yang telah terjadi atas diriku dan aku tidak bisa berdusta dan membohongi perasaan hatiku sendiri. Akhirnya tinggallah goresan luka yang amat menyedihkan dalam batin saya yang sangat dalam, hatiku sangat bimbang.. Apakah kuharus menjadi gay dan menikmati hidupku atau apakah kuharus melawan perasaan dan keadaan diriku sendiri? Inilah masalah yang sangat besar yang pernah aku alami, kala harus menentukan sikap hidup. Aku berada di antara persimpangan dua arah yang sangat menentukan jalan hidupku.
Aku sudah berusaha untuk hidup dan mencintai seorang wanita, tapi apa daya perasaan itu selalu menghantui saya dan tidak bisa aku hindari kala aku melihat seorang cowok ganteng didepanku.
Sahabatku yang aku percaya selama ini, ternyata dia pergi meninggalkan aku kala ia mengetahui bahwa aku berubah total. Kala aku curhat dan mengatakan bahwa aku menjadi gay, ia malah meninggalkan aku dengan alasan ia tidak mau menjadi gay juga seperti aku. Dia menganggap aku sebagai seorang yang kena “virus gay” yang katanya dapat menular ke orang lain, apalagi dia statusnya sebagai teman dekat saya. Tentu saja kepergian sahabatku yang sangat aku percayai itu kian menambah luka dan goresan dalam lubuk hatiku. Oh Tuhan, apakah yang harus aku lakukan lagi? Mengapa aku menjalani semua ini? Mengapa harus aku? Atau apakah ini jalan dan garis hidupku? Inikah takdirku?
Akh.. Tidak, ini bukan takdir. Aku yakin Tuhan punya rencana yang indah dalam hidupku di dunia ini. Rancangan Tuhan bukan rancangan kecelakaan dan bukan rancangan untuk menjadikan umatnya menjadi gay. Aku tidak menyalahkan Tuhan; Aku tidak menyalahkan siapa-siapa, tapi aku menyalahkan diriku yang tidak bisa mengendalikan diri sendiri.
Artikel Terkait
Jalan manakah yang aku harus tempuh? Apakah kuharus menikmati hidupku atau bagaimana? Jika aku menikmati hidup apa adanya, maka aku harus menjadi gay tapi jika tidak maka hidupku akan penuh dengan kepura-puraan dan aku tidak bisa hidup dengan memasang “topeng” selama-lamanya. Kiranya Tuhan memberikan jawaban yang terbaik.
“Tok.. Tok.. Tok.. Geo? Bisa aku masuk?” ujar suara yang sangat aku kenal dari balik pintu kamarku. Ya, pemiliknya adalah Sandy. Aku kaget dan segera berdiri menghapus air mataku sambil menuju pintu. Lanjut baca!
Viral Ngentot Cewek Liar di Pertemuan Pertama 2
Tradingan.com - Perjalanan berlanjut melewati jalan aspal yang berukuran pas untuk 2 kendaraan seukuran kijang, beruntunglah dalam perjalan ini cenderung sepi, tapi bila berpapasan dengan truk atau sesama bus maka salah satunya harus turun dari jalanan aspal. Hal ini membuat bus bergoyang keras kekiri dan kekanan. Kali ini teman dudukku sangat diam, tapi aku tidak tahu apakah dia tidur atau masih terjaga karena lampu didalam bus dimatikan. Setelah 2 jam berjalan bus mulai memasuki daerah tanjakan dengan jalan yang berlika-liku. Goyangan bus sangat keras sekali ketika menikung karena sopir tidak mengurangi kecepatan sama sekali.
Barang-barang dibawah kursi penumpang mulai berserakan tak terkecuali sandal dan sepatu penumpang yang dilepas. Aku sama sekali tidak khawatir dengan hal itu karena sepatuku tidak pernah kulepas, tapi tidak bagi teman dudukku. Dia kelihatan bingung mencari sandal kanannya yang hilang entah kemana.
Aku mencoba menenangkan, “Mbak, nanti aja dicari kalau bus berhenti dan lampunya dinyalakan, pasti ketemu.”
Bukannya tenang tapi dia malah marah, “Jangan bercanda, ayo bantuin cari.”
“Percuma gelap Mbak, nggak kelihatan apa-apa”, jawabku.
“Belum berusaha udah nyerah”, bentaknya padaku sambil membungkukkan badannya.
“Bukannya menyerah, Mbak, tapi aku kan tidak ikut punya sandal, kalau kaki Mbak juga bisa dilepas mungkin juga ikut hilang ya, hehehe..”, jawabku dengan bercanda.
Dalam remang-remang kulihat dia mendongkakkan kepala menghentikan pencariannya dan dengan cepat tangannya memegang bagian dalam pahaku lalu mencubitnya. Untung bisa kutahan jeritanku, tapi rasa cubitan itu benar-benar menyakitkan. Iswani ganti tersenyum dan tak melepaskan cubitannya berkata pelan, “Untuk tanganku ini nggak bisa dilepas, kalau bisa pasti sudah merah semua sekujur tubuhmu karena cubitannya”.
Kupegang tangannya yang mencubit sambil memohon, “Maaf Mbak, tolong lepaskan cubitannya nanti aku bantuin”.
“Kalau kamu bohong akan kucubit lagi ya”, ancamnya sambil melepaskan cubitannya.
“Iya, iya”, jawabku sambil menengok kebagian belakang bus kalau-kalau ada kursi kosong untuk pindah tempat dan menghindari cubitan berikutnya, tapi tak kutemukan.
“Cari apa Tok? Kursi belakang udah penuh tinggal sebelah sopir kalau mau pindah”, bisik Iswani di telinga kiriku.
“Ah, nggak kok Mbak”, sambil mengelus bekas cubitannya yang masih sakit padahal aku memakai celana jeans tebal. Ternyata siasatku sudah terbaca, “Sial”, ungkapku dalam hati.
“Ayo cepat carikan sandalku sebelum benar-benar hilang”, perintahnya padaku.
“Sebentar Mbak, cubitan Mbak masih sakit nih”, jawabku tak mau kalah.
“Ooo, pingin dicubit lagi ya?”, ancamnya lagi.
“Iya-iya”, lalu kurogoh saku jaketku untuk mengambil senter kecil yang biasa kubawa dan menyalakannya. Kuarahkan senterku ke sandal kirinya untuk melihat bentuknya lalu kubungkukkan badan kebawah kursiku, dengan senterku akhirnya terlihat sandal kanan Iswani ada dibawah tempat duduknya terjepit oleh kaki belakang kursinya dan dinding bus.
Artikel Terkait
“Sudah ketemu Mbak”, kataku sambil menegakkan lagi punggungku.
“Mana?”, tanyanya. “Kejepit dibawah kursi Mbak, dari bawah kursiku tanganku nggak sampai, coba Mbak rogoh sendiri, mungkin tangan Mbak sampai.”
Belum selesai penjelasanku dia sudah membungkukkan badan dan berusaha mencari-cari dengan tangannya. Tapi usahanya gagal.
“Tok, coba kamu aja yang ambil tapi lewat sini”, sambil menunjuk ruangan diantara kedua belah paha kakinya yang sudah dilebarkan.
“Yang bener Mbak?”, meskipun dia memakai celana jeans tapi tetap aja rasanya nggak benar. Lanjut baca!
Viral Ngentot Cewek Liar di Pertemuan Pertama 1
Biodataviral.com - Sore yang cerah, aku duduk gelisah sambil sesekali menatap jam dinding kantor pemberangkatan bus yang akan membawaku ke kota persinggahanku selanjutnya. Menunggu adalah pekerjaan yang meresahkan bagiku terutama menunggu sesuatu hal yang baru seperti ini. Perjalanan dengan bus dari Balikpapan ke Banjarmasin merupakan perjalananku pertama. Kulihat orang-orang disekitarku dengan beragam aktivitas mereka, ada beberapa calon penumpang yang saling bercakap-cakap, bahkan bersendau gurau satu sama lainnya. Karena sendirian maka yang dapat kulakukan hanyalah menunggu serta memperhatikan mereka.
Waktu telah menunjukkan 17.15 dan tempat pemberangkatan mulai dipadati calon penumpang, tapi aku tak tahu apakah mereka akan seperjalanan dengan aku karena sudah ada 3 bus yang siap berangkat dengan arah yang berbeda.
Kulihat tiket keberangkatan dan berjalan mendekat nomor bus yang dimaksud dalam tiket. Setelah memasuki bus tanpa kesulitan kutemukan tempat dudukku no 33. Aku agak lega ternyata nomorku tepat disamping jendela sehingga keinginanku untuk dapat melihat pemandangan luar terkabul meskipun aku sadar bahwa tak banyak yang akan kulihat karena ini merupakan perjalanan malam hari dan jendela bus ber-AC secara permanen tak dapat dibuka. Kulihat keluar jendela dan secara tak sengaja aku memperoleh pandangan yang menyegarkan. Sebagai seorang pria lagi bujang yang berumur 28 tahun, pandangan yang menyegarkan otakku adalah wanita. Sudah sejak tadi kucari pemandangan seperti ini tapi baru kudapatkan pada saat busku akan segera berangkat.
“Kenapa cewek-cewek itu tidak ada sedari tadi?”, umpatku dalam hati.
Kulihat cewek-cewek itu dari kaca jendela bus sambil mengira-ngira umur mereka, “yang rambut pendek sekitar 20-an, yang baju coklat sekitar 25-an, yang modis disana tak lebih dari 25-an, terus..”, kemudian otakku berfantasi jika saja salah satu dari mereka ada yang duduk di sebelahku pasti perjalananku ini jadi asyik. Tapi aku sadar seketika bahwa fantasiku tersebut tak mungkin jadi kenyataan ketika seorang pria berumur 50-an meletakkan sebuah tas disamping tempat dudukku dengan kasar. Belum hilang rasa kagetku pria tersebut meneriakkan sebuah nama sambil ngeloyor keluar bus.
“Busyet, sial banget hari ini!”, umpatku dalam hati.
Awak bus sudah bersiap-siap untuk memberangkatkan bus dengan memberi peringatan pada calon penumpang agar segera naik. Kulihat didalam bus juga mulai penuh, tapi pria yang mengagetkanku tadi belum juga menduduki kursinya disampingku. Bus mulai bergerak tapi kursi disampingku hanya masih terisi tas dari pria tadi.
Artikel Terkait
Aku tak peduli lagi dengan siapapun yang akan duduk disampingku, malahan aku berpikiran kalau memang hanya terisi tas aja malah dapat memberiku keleluasan dalam perjalanan ini, aku akan buat bantal tasnya dan menikmati perjalanan ini dengan tidur nyenyak dengan 2 kursi. Perhatianku sekarang ada pada pemandangan yang muncul di jendela. Tapi tak beberapa lama aku dikejutkan dengan suara wanita yang bersusah payah memindahkan tas disamping tempat dudukku dengan dibantu seorang awak bus dan kemudian wanita tersebut duduk disebelahku sambil berkata, “permisi ya, bang”, aku hanya tersenyum dan tak mengeluarkan kata-kata karena masih bingung dengan apa yang terjadi. Lanjut baca!
Viral Pengalaman Pertama di Entot Anal dan Jadi Waria 3
Topoin.com - Setelah kukunci pintu, aku pun mandi dan keramas dengan peralatan mandi yang kubawa sendiri. Setelah selesai aku menyisir dan mengeblow rambutku dengan hair dryer yang kubawa. Ku semprotkan lagi parfum Issei-ku. Dan kukenakan lagi make up yang barusan kuhapus sebelum mandi. Make up malam ini sengaja kubuat agak tebal biar dalam suasana remang pun aku masih terlihat cantik. Baru kemudian kupakai celana dalam model g-string warna hitam dan BH dengan warna yang sama. Di bagian luar kukenakan lingerie dari sutra warna putih yang menerawang. Hmm, seksi juga kulihat diriku sendiri di kaca. Aku memutar badanku untuk memantas apakah semuanya sudah rapi. Kemudian kukenakan piyama mandi dari hotel. Pelan-pelan kubuka pintu kamar mandi dan berjalan ke ruang tidur.
Di tempat tidur sudah kulihat Arman tengah duduk menanti diriku sambil mengenggam gelas berisi wine.
“Hai, cowok.. Aku sudah wangi nih..” kataku menggoda.
“Terus kalau wangi minta diapain..” Balas Arman sambil menawarkan gelas wine padaku. Kuterima gelas winenya dan segera duduk manja di pangkuan Arman. Dibukanya pijama mandi hotelku dan Arman mulai menciumi bahuku. Kuteguk sedikit wine dan langsung kucium mulut Arman. Lidahku langsung menyelinap masuk ke dalam mulutnya dan mengajaknya bergelut. Tangan Arman segera meraba selangkanganku dan memegang bagian belakang leherku. Tanganku yang satunya meremas-remas rambut Arman. Hangatnya wine segera terasa mengalir di tubuhku seiring rangsangan Arman pada selangkanganku.
Kubuka kancing kemeja Arman satu persatu dan bibirku kuarahkan ke lehernya. Kujilati semua bagian lehernya, turun ke ketiaknya, dan semua bagian dadanya. Pada bagian putingnya kugigit-gigit kecil. Sambil tanganku membalas rabaannya di bagian penis Arman. Tiba-tiba Arman memutar tubuhku dan posisinya sekarang ada di belakangku sehingga dia bebas meraba semua bagian tubuhku. Sambil mencium leherku tangannya masuk ke dalam celana dalamku. Dan mulai memegang penisku yang sudah mulai menegang sejak tadi. Dan tangan satunya meraba dan memainkan puting susuku.
“Ehhff.. Man aku sudah nggak sabar nih..” desahku sambil mataku merem melek. Dia tak menjawab. Dibaringkannya tubuhku di ranjang dan diambilnya syal sutra yang tadi kubawa. Aku bingung mau apa dia dengan syalku itu. Ternyata dia mengikat kedua tanganku ke bagian kepala ranjang. Sehingga kedua tanganku tak bisa kugerakkan dan aku terbujur pasrah pada apa yang akan dilakukan Arman. Dalam posisi demikian aku malah bertambah horny saja.
Terkait
“Sayang.. aku mau diapain..” tanyaku.
“Sudah kamu diem aja.. nanti juga tahu sendiri..” jawab Arman. Kemudian Arman menyibakkan rambutku ke satu sisi dan mulai mencumbu leherku. Sensasi yang luar biasa akku merasakan diriku diikat dan Membayangkan diriku akan diperkosa oleh seorang pria gagah seperti Arman. Sambil terus mencumbuku dia membuka lingerieku perlahan dan kini aku cuman memakai BH dan celana dalam saja. Dituangkannya sisa wine yang tak kuhabiskan di sekujur tubuhku.
“Arman.. Nakal banget sih..,” teriakku manja. Dia tak menjawab dan mulai menjilatku dari leher sampai ujung jari-jari kakiku. Nikmat sekali rasanya seakan semua pori-pori kulitku terangsang dengan hebatnya. Tubuhku tak bisa diam dan terus melenggak-lenggok menahan geli luar biasa yang sedang kurasakan. Lanjut baca!
Viral Pengalaman Pertama di Entot Anal dan Jadi Waria 2
Aopok.com - Wah, mengasyikan pikirku, mengingat penampilanku kali ini yang akan berubah total. Masalah bagaiman caranya aku balik ke kos sebagai Nathan dengan rambutku yang sudah dibonding dan berwarna merah bisa kupikirkan nanti saja. Hhmm.., makin cantik saja tiap kulihat di kaca, kala Natasha sedikit demi sedikit berubah total.
Sore menjelang malam mereka selesai mendandaniku. Pelan-pelan kubuka mataku setelah sebelumnya sering kututup dan sengaja untuk tidak terlalu sering melihat ke kaca.
“Astaga..,” teriakku dalam hati, “Siapa cewek cantik yang ada di kaca ini”. Cewek dengan make up yang terlihat fresh dan rambut merahnya panjangnya yang indah mirip di iklan-iklan shampoo. Wajahku yang kelihatan lebih bersih dan sudah dibubuhi make up tipis. Aku benar-benar hampir nggak mengenali wajahku sendiri di kaca itu. Hmm.., yang pasti Arman bakal tergila-gila melihat penampilanku sekarang.
Setelah itu aku meminjam kamar mandi salon untuk mengganti bajuku dengan pakaian yang telah kupersiapkan untuk bertemu Arman. Sesudah semua baju, rok, dan pakaian dalamku kutanggalkan, aku mulai memakaikan BH dan celana dalam yang baru kubeli. Warnanya tetap hitam tapi yang ini dihiasi dengan renda-renda dan lebih terlihat transparan. Huh, agak repot juga saat aku mengenakan celana dalamnya soalnya penisku masih agak menegang akibat sensasi yang baru kurasakan. Kemudian kukenakan gaun dengan tali tipisnya berwarna biru muda. Bahan gaun itu halus dan lembut seperti sutra sehingga tampak menempel pas dengan tubuhku yang langsing. Tak lupa kusemprotkan parfum Issei-ku sedikit di sana-sini termasuk di sekitar pahaku dekat selangkangan. Semoga bau harumnya yang bercampur keringatku bisa membuat Arman melayang. Sehelai syal sutra telah melingkar di leherku dan aku pun selesai bersiap. Sambil berjalan menuju meja resepsionis aku melirik ke kaca sekali lagi dan huff.., cantiknya Natasha.
Hari sudah menjelang gelap ketika aku melajukan mobilku ke tempat yang kujanjikan dengan Arman. Di halaman parkir senuah hotel di jalan Dago. Aku sudah tak sabar dan rasa merinding mungkin karena libidoku yang tinggi terus menyerangku.
“sudah lama yah nunggunya, Nat,” kata Arman mencoba membuka pembicaraan,”Sorry, ya..”
“Nggak lama kok, Man,” sahutku lembut dan kulayangkan lirikan padanya,”Cuman sudah rada nggak sabar ajah. Penasaran gimana tampang kamu.”
“Terus sekarang kan sudah ketemu, gimana dong kesan-kesannya,” kata Arman sambil menggerakkan tangannya yang kekar ke atas paha kiriku. Sejenak kurasa ada semacam sengatan pada pahaku dan aku terdiam sejenak.
Terkait
“Boleh juga, lumayan,” kataku sambil kulirik tangan Arman yang terus bergerak mengarah ke selangkanganku.
“Kalau kamu keliatan cantik banget, Natasha,” ucapnya di dekat telingaku dan tangan Arman sudah sampai di atas penisku. Pujian dan usapan lembutnya pada penisku walaupun masih di atas gaunku membuat aku sejenak memejamkan mataku dan melayang.
“Eff..,” ups tak sadar aku mendesah lirih,”Man, kita makan di dekat sini aja yah.”
Ucapanku ternyata menyadarkannya dan setelah dia mengangkat tangannya di, lanjut baca!
Viral Pengalaman Pertama di Entot Anal dan Jadi Waria 1
Biodataviral.com - Malam itu, aku sedang berada di dalam mobil kijang kapsulku dengan perasaan yang tidak karuan. Semua perasaan bercampur aduk, antara perasaan senang, deg-degan, takut, dan penasaran semua jadi satu. Harum parfum Issei-ku yang sudah bercampur bau keringat dinginku menambah suasana terasa sama sekali asing buatku. Sudah hampir lima belas menit aku menunggu kedatangan seseorang bernama Arman yang baru kukuenal beberapa minggu yang lalu di chatting.
Selama lima belas menit itu, aku bolak-balik mengecek penampilanku, apakah masih terlihat menawan dan fresh seperti saat keluar salon tadi. Aku memakai gaun terusan pendek sekitar 20 cm di atas lutut berwarna biru muda dengan tali yang kecil di bahuku. Lumayan tipis juga soalnya BH-ku yang berwarna htam bisa kelihatan samar-samar. Kakiku yang mungil dibungkus dengan sepatu hak tinggi warna silver. Sehelai syal sutra melingkar dengan manisnya di leherku menyelinap di antara helai-helai rambutku yang panjangnya melebihi bahuku. Wajahku yang lonjong dihiasi make up tipis tapi lumayan elegan dan tentunya menambah manis penampilanku. Sepasang anting yang lebih mirip gelang karena cukup besar diameternya menghiasi kedua telingaku.
Aku sudah hampir habis menghisap light mentolku yang ketujuh ketika seseorang mengetuk kaca mobilku yang terbuka sedikit. Reflek tanganku langsung memencet tombol power window dan seketika itu tampak senyum menawan yang langsung membuatku tersipu. Senyum menawan itu milik seorang pemuda berkulit putih dengan rambut sedikit ikal dan tampang yang lumayan cakep ditambahsepasang sunggingan lesung pipitnya.
“Hallo, saya Arman, kamu Natasha yah”, tanyanya sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya menyalamiku. Aku yang masih tersipu hanya mengganggukan kepalaku saja.
“Aku naik yah”, tanpa kujawab Arman sudah bergegas memutar dan membuka pintu kiri mobilku. Aku hanya bisa membisu dan benar-benar nggak tahu mau berbuat apa. Setelah dia masuk baru aku tahu kalau Arman bertubuh lumayan kekar dan keliatannya sedikit lebih tinggi dari aku.
“Ayo, kita jalan Nat”, katanya,”Aku rada laper nih”, katanya.
Sejenak aku masih terdiam dan tak berapa lama mobilku sudah melaju perlahan di jalanan Bandung yang habis diguyur hujan sore tadi. Sambil terus muncul pertanyaan yang terulang-ulang sejak tadi,”Sedang mimpikah aku”.
Namaku Natasha. Aku lahir sebagai pria normal bernama Nathan dari keluarga yang lumayan berada di Bandung. Aku berumur 24 tahun dan baru lulus dari kuliahku di jurusan psikologi dari sebuah universitas swasta di Bandung. Wajahku sebenarnya lumayan cakep, putih mulus, tanpa jerawat dan jakun yang hampir tak kelihatan. Tubuhku boleh dibilang langsing dengan tangan dan kaki yang nyaris tak berotot. Sekilas tubuhku mirip wanita tapi tanpa buah dada, sepasang buah dada yang selalu kudambakan. Rambut asliku hitam agak kaku panjang melebihi bahuku dengan potongan shaggy.
Terkait
Sebenarnya aku tidak tahu mulai kapan aku mulai lebih suka dengan penampilanku sebagai Natasha. Sewaktu SMP aku mulai rajin mengambil baju kakak-kakakku yang semuanya cewek dan mencobanya. Mulanya cuman buat cekikikan sendiri karena kurasa lucu banget kalau aku lagi mencoba pakaian cewek. Kemudian berlanjut dengan memakai wig milik, lanjut baca!
Cerita Teganya Herry Ngentot Anus Ku
Tradingan.com - Saya ingin menceritakan pengalaman seks saya 8 tahun yang lalu, sekarang saya sudah berumur 22 tahun. Cerita ini mengenai mengapa saya kehilangan perawan saya untuk pertama kali. Semenjak itu, saya menjadi kesal dengan semua laki-laki tapi bukan berarti saya menjadi lesbi. Saya bukan lesbi tapi saya juga tidak mau mengenal laki-laki. Tidak tahu lagi apa itu namanya.
Saya adalah cewek yang lumayan cantik karena saya memiliki hidung yang mancung dengan mata yang kecil dan lentik. Payudara saya cukup besar untuk cewek berumur 14 tahun saat itu. Saya tidak mempunyai pacar karena saya ingin belajar giat supaya saya bisa bersekolah di Philadelphia, United States setelah saya lulus SMA nanti. Saya memiliki kakak laki-laki yang usianya 2 tahun di atas saya.
Namanya adalah Herry Susanto (Nama belakangnya bukan nama keluarga saya karena nama belakangnya adalah karangan saya saja). Dia satu sekolah dengan saya sehingga tiap hari Herry selalu menemani saya di sekolah. Saya tidak pernah berpikir kenapa dia sampai melakukan perbuatan maksiat itu terhadap saya apalagi saya adalah adik perempuannya satu-satunya.
Saat itu kami berdua sedang libur setelah 2 minggu menjalankan ujian kenaikan kelas. Saya masih ingat sekali bahwa hari kejadian itu adalah hari senin. Saat itu saya sedang nonton VCD Donald Duck dan Mickey Mouse. Ketika saya sedang menonton film tersebut, tiba-tiba saya mau pipis sehingga saya meninggalkan TV untuk cepat-cepat pergi ke kamar mandi karena saya tidak mau ngompol di sofa di mana saya sedang tiduran karena saya bisa dimarahi mama nantinya.
Saya lari ke kamar mandi dan langsung pipis. Itulah kesalahan saya yang fatal karena saya lupa menutup pintu. Sewaktu saya sedang pipis, kakak saya Herry datang tergopoh-gopoh. Saya yakin sekali bahwa Herry pasti habis memakai putaw atau jenis drugs yang lain karena saya sering melihat dia teler kalau habis pakai obat. Herry melihat saya sedang pipis dan saya membiarkan saja ketika dia masuk ke kamar mandi karena saya tidak ada perasaan curiga pada dia. Ketika dia masuk, tiba-tiba dia mengunci pintu kamar mandi dan tiba-tiba dia menyerang tubuh saya yang saat itu sedang pipis. Saya kaget dan hendak berteriak tetapi dengan cepat Herry menutup mulut saya dan mengancam mau membunuh saya kalau saya berteriak. Saya langsung menangis karena saya tidak mengerti kenapa kakak saya tega melakukan perbuatan bejad kepada saya.
Artikel Terkait
Saya cuma menangis saja menyaksikan Herry membuka pakaian dan celana dalam yang saya kenakan. Setelah saya tidak memakai busana apa-apa lagi, Herry langsung menciumi puting susu saya dengan ganasnya sementara jari-jarinya memainkan klitoris saya. Saya masih menangis karena saya masih tidak mengerti tetapi di lain pihak, saya mulai menikmati permainan kakak saya karena saya kadang-kadang mendesah di tengah tangisan saya, apalagi saya sempat merasakan pipis beberapa kali ketika Herry mulai menjilati liang kemaluan saya dan memainkan lidahnya di dalam lubang kemaluan saya. Saya yakin dia menelan semua cairan kewanitaan saya. Perasaan saya saat itu tidak karuan karena saya mulai menyenangi permainannya dan sekaligus benci dengan sikapnya yang telah memperkosa saya. Wajib baca!







Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...